Karena waktu sudah semakin dekat dengan jadwal penerbangan, Sean segera mempersiapkan diri dan menunggu Derrick di ruang tengah. "Mr. Sean, ada yang ingin aku sampaikan." Tegur Derrick yang baru saja datang. Sean menoleh kearahnya dengan penasaran. Kediaman Sean dengan menatap Derrick adalah sebuah isyarat menanyakan 'ada apa' Awalnya Derrick ragu, tetapi ia harus mengatakannya. Apapun respon dari atasannya, ia harus memberi tahunya. Ia pun berdehem. "Amely." Derrick tidak melanjutkannya. "Kenapa?" Tanya Sean ingin tahu. "Sepertinya dia hamil." Jawab Derrick singkat dan lugas. Tentu, Sean sedikit terpaku. Hamil. Jadi anak buahnya telah menghamili wanita itu, entah anak buah yang mana. Pikir Sean. "Bagaimana kamu tahu?" Sean memastikan. "Setelah mendapat kabar itu, aku meminta

