Setelah sekian lama, kini hati Miracle kembali berkecamuk tak karuan semenjak bertemu dengan Sean lagi. Apalagi sekarang lelaki itu berada satu kamar dengannya. Oh, yang benar saja. Miracle merasa tidak tenang di kamarnya sendiri. Ia bahkan terus berjalan mondar-mandir sembari menggigit ujung kuku jempolnya. Jantung Miracle semakin tidak karuan berdetak ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Oh seharusnya lelaki itu tidak berada di kamar ini. Sementara dengan santainya Sean yang setengah basah terlihat begitu seksi keluar dari kamar mandi mengenakan t-shirt polos yang mungkin ia dapat dari anak buahnya yang sudah menyiapkan perlengkapannya. "Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tegur Sean yang kini lebih sering berbicara dengan nada lembut kepada Miracle. "Apa kamu tidak ingin

