"Hai, Troy. Apa kabar?" Sapa Suri yang baru diperbolehkan menjenguk Troy setelah sadarkan diri. Mata Suri bahkan tidak berkedip melihat kondisi Troy yang memiliki perban di kepala dan kakinya. Pasti sangat kesakitan. "Hai, Suri. Come in." Balas Troy tersenyum manis. Dengan langkah berat Suri berjalan mendekati Troy yang masih terbaring diatas tempat tidur. Ia merasa ngeri melihat kondisi Troy sekarang. Miracle yang tersenyum manis mempersilahkan Suri untuk duduk sedangkan Miracle memilih keluar kamar untuk memberi waktu mereka berdua bicara. "Apa kamu sangat kesakitan?" Tanya Suri duduk dengan tatapan mata yang tak hentinya tercengang. "Ini tak ada artinya dibanding kamu membanting tubuhku beberapa waktu yang lalu." Canda Troy, tetapi tetap saja Suri masih tercengang. Ia tak menyan

