"Puas kamu?" gerutu Damian saat melihat Rani tertawa girang hingga sudut matanya berair. Menjelang jam sepuluh mereka baru keluar dari rumah Widya, karna setiap kali Damian hendak berpamitan, ibunya itu selalu mencegah dengan dalih beliau merasa kesepian dan tak rela berpisah dengan Maharani. Damian sungguh tak menyangkan kalau Widya sangat menyayangi istrinya. Dan di dalam hati, ia sangat bersyukur dengan keadaan itu. Setidaknya impiannya untuk membuat Widya tersenyum bahagia sudah terwujud. Karna sejak dirinya menikah dengan Rani, ibunya yang semula sering murung dan tidak bersemangat akhirnya bisa sering tersenyum dan tertawa bahagia. Apalagi kalau beliau sudah ngobrol panjang lebar dengan Rani, bisa-bisa mereka lupa waktu. "Haduuh, ternyata kamu tuh anak Mami banget ya, D

