"Kamu belum mau pulang?" tanya Jeff pada Feby yang masih tersenyum-senyum di hadapannya. "Tenang aja, kedai kopi ini tutup sampai jam dua belas malam," katanya sambil menopang dagu dengan sebelah tangan. Diam-diam Jeff mendesah pelan. Kalau bukan karna perintah dari Rani, dia tidak akan bertahan disini bersama gadis asing yang tak dikenalnya sama sekali. Lelaki itu tampak berkali-kali mengecek jam tangannya di balik kemeja yang masih rapi. Sedangkan Feby hanya bisa mencebik memperhatikan pria tampan di hadapannya ini yang terlihat bosan dan sama sekali tidak tertarik padanya. Jangan-jangan benar kata Rani, kalau Jeff tidak menyukai perempuan. Sejak tadi Feby sudah berusaha menggodanya. Dengan cara memainkan rambut, menggigiti bibir bawahnya, bahkan dia sengaja mengerjap pelan

