"Damian belum datang?" tanya Henry pada salah satu staff di kantornya. "Belum, Pak. Biasanya jam delapan Pak Damian sudah tiba di kantor. Tapi ini ...," seseorang itu melirik jam tangannya. "Sudah jam sembilan lewat," ucap Henry dengan nada kesal sambil meninggalkan tempatnya berdiri. Lelaki itu berjalan dengan kening berkerut kembali ke ruangannya. Berkali-kali dia melihat ponsel di dalam genggaman. Memastikan Damian sudah membalas pesan darinya atau belum. Lagi-lagi Henry harus mendesah kesal saat melihat pesan yang dia kirim ke nomer Damian belum juga dibaca oleh anak angkatnya itu. Karna kesal, Henry melempar ponselnya ke atas meja kerjanya. Belum pernah Damian bersikap seperti ini sebelumnya. Sejak Damian menikah dengan Rani, putranya itu berubah menjadi pria pemba

