"Alana, akhirnya aku menemukanmu." Gadis itu mengerjap pelan, mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau lelaki di hadapannya itu memanglah Devan. Seseorang yang pernah dikenalnya bertahun-tahun yang lalu. Seseorang yang pernah membuat jantung Alana berdebar hebat di masa-masa remajanya. Seseorang yang membuat masa-masa sekolahnya begitu menyenangkan dan penuh cinta. Sebelum akhirnya Alana pergi dan membuat hati Dev serasa membeku. Kepergian Alana yang tiba-tiba membuat Dev tak percaya lagi pada cinta dan perempuan. Bagi Dev, mereka semua jahat dan egois! Tanpa merespon kata-kata Devan, gadis itu pergi begitu saja. Membawa tumpukan buku di dalam pelukannya masuk ke dalam panti. Sedangkan Dev otomatis mengikuti langkah gadis itu masuk ke dalam, hingga beberapa karyawan yang i

