Bab.88 Tutup Mulut

1137 Kata

  Sore itu, Rani benar-benar diajak oleh Pak Wisnu pergi ke galeri Dev. Bertiga dengan sopir atasannya itu, mereka tiba di galeri setelah kurang dari tiga puluh menit perjalanan.   Sesampainya di sana, Rani di kejutkan oleh keberadaan mobil mertuanya. Mobil mewah milik Henry lengkap dengan seorang asisten yang berdiri di sebelah mobil dengan sigap.   "Kayaknya belum terlalu ramai, Ran. Kita masuk sekarang yuk," ajak Wisnu berjalan mendahului Rani yang masih menatap asisten mertuanya yang tadi pagi sempat mengantar Henry datang ke rumahnya.   Entah kenapa, perasaan Rani menjadi tak enak. Apalagi saat dia menemani Wisnu berkeliling galeri untuk melihat-lihat, dia tak melihat Dev sama sekali.   Mungkinkah adik iparnya itu sedang berada di private room miliknya bersama Henry? Ah, tiba-tiba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN