"Ada apa lagi?" ketus Henry saat melihat salah satu asistennya masuk ke dalam ruangan kantornya. Setelah bicara dengan Widya di rumah siang tadi, suasana hati Henry berubah buruk. Bahkan setelah sampai di kantor pun, lelaki tua itu masih saja berwajah keruh. Rencananya untuk menguasai semua aset milik mendiang orang tua Widya yang kaya raya itu hampir saja pupus. Kini, satu-satunya cara agar dia bisa mendapatkan harta warisan mertuanya itu adalah dengan menikahkan Damian dan Karin. Kalau benar Widya akan menyerahkan urusan hotel pada Damian, pasti akan menguntungkan bagi Henry jika saja dia berhasil membujuk Damian untuk menikah dengan Karin. "Saya mendapat sesuatu dari orang yang selama ini mengawasi Mas Devan," kata asisten itu sambil menyerahkan sebuah amplob berwarna cokl

