"Astaga!" pekik Alana saat menemukan Dev sudah berdiri di depan pintunya, pagi-pagi sekali ketika Alana hendak berangkat kerja. "Hai," Dev tersenyum lebar sembari melambaikan sebelah tangannya, sebelah tangannya lagi dilesakkan di saku celana. "Ngapain kamu di sini?" tanya Alana seraya menutup pintu di belakangnya dan menguncinya. "Jemput kamu. Semalam kan aku bilangnya gitu, kamu nggak denger?" "Bukannya aku nggak denger, tapi kan aku bilang nggak perlu," Alana memasukkan kunci ke dalam tas lalu berjalan melewati Dev begitu saja. "Untuk ukuran gadis secantik kamu, seharusnya memang ada yang mengawal," bisiknya di antara rambut Alana yang melambai tertiup angin. Gadis itu menoleh, ingin protes pada sikap Dev yang terlalu santai padanya setelah ciuman malam itu. Apa p

