"Dam, jangan liatin gitu dong," rajuk Rani sambil menggelengkan kepalanya, membuat Damian mengulum senyum. "Sini, biar aku yang ngeringin rambutmu," Damian meraih hair dryer di tangan Rani dan mulai mengeringkan rambut basah istrinya. Pagi ini, mereka sudah kembali ke kamar utama, setelah perdebatan panjang semalam yang justru berakhir indah. Mungkin memang seharusnya begitu. Sekali-kali bertengkar untuk meningkatkan adrenalin. "Nanti sore aku mau mampir ke rumah Ayah," kata Rani seraya menatap wajah Damian lewat kaca besar di hadapannya. "Kuantar ya." "Kalau sibuk nggak usah." "Bener? Nanti kamu marah lagi," goda Damian. "Aku bukannya marah. Cuma kesel aja tiap kali liat Karin deket-deket sama kamu," gerutu Rani hingga bibirnya mengerucut. Diam-diam Damian men

