"Halo, Yah?" "Ran, adikmu melahirkan," suara Adi, Ayahnya Rani terdengar sangat gembira. Begitu pula Rani yang merasa sangat terharu sekaligus bahagia saat mendengar kabar tersebut. "Kapan Yah?" "Baru saja, ini Ayah lagi di rumah sakit. Nanti sepulang kerja kamu mampir kesini ya. Ada tante kamu juga. Semuanya ngumpul." Seketika senyum Rani memudar. Gadis itu paling malas kalau sudah berhadapan dengan adik-adik Ayahnya. Tante Ana dan juga Tante Asti. Mereka berdua ini yang selalu tak pernah lelah menanyakan hal yang sama berulang kali pada Rani. Pertanyaan apa lagi kalau bukan kapan Rani akan menyusul adiknya untuk menikah. Apalagi sekarang Lani sudah melahirkan. Pasti pertanyaan itu akan lebih menyakitkan bagi Rani. Padahal Rani bukannya tidak ingin menikah, dia hanya m

