"Tadi kamu ngobrol apa aja sama Tanteku? Kayaknya seru banget," tanya Rani pada Damian yang kini duduk di kursi teras depan rumah Rani. "Ngobrol banyak. Tante kamu seru lho orangnya. Sama sekali nggak kayak monster, seperti yang kamu bilang tadi," ujar Damian, wajahnya terlihat bahagia. "Oh ya?" sahut Rani sambil menopang dagunya. "Aku suka sama keluargamu. Rame. Seru," gumam Damian, kedua matanya sesekali menatap ke arah Rani yang duduk tepat di sampingnya. Jarak mereka dekat, hanya di pisahkan oleh meja kecil berbentuk bulat. "Kalau keluargamu? Seru juga nggak?" tanya Rani iseng. Damian diam sesaat. Raut wajahnya berubah muram. "Aku terlahir dari keluarga pekerja. Sejak kecil aku lebih sering menghabiskan waktu bersama asisten rumah tangga dari pada kedua orang tua

