Rani menuruni tangga rumahnya dengan malas. Beruntung Ayahnya menginap di rumah sakit, menunggui cucu pertamanya. Jadi beliau tidak perlu melihat percakapan antara dia dan Edgar. Sesampainya di teras rumah, tatapan mata Rani langsung bertemu dengan mata elang milik Edgar yang menatapnya nyalang. Lelaki itu berdiri tak jauh dari pintu rumah Rani, saat dia melihat Rani, lelaki itu mendekat hendak memeluknya. Namun secepat kilat Rani menepis. Gadis itu sungguh-sungguh tak ingin berdekatan atau bersentuhan dengan Edgar lagi. "Ran, kamu kenapa?" "Kamu yang kenapa?!" bentak Rani. "Maksud kamu?" "Ed, apa kamu masih belum menyadari kesalahanmu?" "Kesalahan apa?" Edgar masih mengelak dengan tuduhan Rani. "Kamu selingkuh kan? Sama Mery, sahabatku sendiri! Tega kamu!" Rani m

