"Ran, ini semua nggak bener, kan?" tanya Edgar masih tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Damian barusan. Lelaki itu masih menganggap semua ucapan Rani dan lelaki tampan itu hanyalah bualan semata. Karna Edgar tau betul kalau Rani sangat mencintainya, dan tak semudah itu bagi Rani berpaling pada lelaki lain. Edgar berjalan mendekati Rani, tapi gadis itu justru bergeser kesamping, bersembunyi di balik punggung lebar Damian, seolah mencari perlindungan dari serangan monster jahat. "Rani, come on... Semalam kita belum selesai bicara. Jangan sembunyi di balik orang asing ini," gerutu Edgar merasa kesal dengan perlakuan Rani padanya. "Dia bukan orang asing, Ed. Dia calon suami aku!" teriak Rani. "Bullshit! Aku nggak percaya." "It's up to you. Aku nggak ada kewajiban un

