Sebenarnya Damian ingin menyusul Rani, saat gadis itu keluar dari dalam mobilnya dengan wajah yang keruh. Tapi hari sudah menjelang sore. Setidaknya Damian harus pulang dulu ke apartemennya untuk bersiap-siap agar tidak terlambat untuk pergi makan malam bersama Karin. Namun tak bisa dipungkiri, hatinya dipenuhi perasaan yang tidak enak. Tidak enak dengan Rani yang sudah menuruti permintaan Maminya dengan suka rela datang ke rumahnya tadi pagi. Sepanjang jalan menuju apartemen, kepala Damian dipenuhi bayangan Rani. Bagaimana kalau gadis itu benar-benar marah padanya? Padahal Mami sudah sangat menyukai Rani. Damian pasti kena marah oleh Mami kalau dia sampai menyakiti hati gadis itu. Tak ada jalan lain lagi. Seketika Damian memutar kemudinya dan berbalik arah menuju rumah Ra

