Bab.24 Calon Adik Ipar

1021 Kata

  "Capek nggak?"   Rani menggeleng, "Enggak kok, Mam. Rani kan dari tadi cuma liatin doang," candanya membuat senyum Widya merekah.   "Nanti kamu bawa pulang ya kuenya. Biar diberesin sama Mbak di dapur," ujar Widya antusias.   "Oh ya, Om Henry mana?" Rani menanyakan Ayah Damian yang sejak tadi tak kelihatan.   Widya mengibaskan sebelah tangannya. "Biasalah, lagi golf sama teman-temannya. Kalau belum gelap ya belum pulang," kekehnya.   Rani mengangguk paham. "Kayaknya Damian ketiduran ya di atas," gumam Rani mulai gelisah, karna hari sudah siang dan dia juga ingin cepat pulang.   "Coba Mami lihat dulu ya," ujar Widya beranjak dari duduknya dan pergi ke atas menuju kamar Damian.   Setelah Widya pergi, barulah Rani bisa bernapas lega. Seolah-olah pintu oksigen dibuka lebar untuknya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN