"Om Adi lagi pergi? Tadi aku nggak lihat beliau ada di rumah," tanya Damian setelah mereka berdua sama-sama diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. "Ayah lagi ke rumah Melani, jenguk cucunya," jawab Rani tanpa menoleh. "Kayaknya Ayah kamu bahagia banget ya dapet cucu pertama." Rani tersenyum tipis. "Kayaknya Mamiku juga bakalan bahagia banget kalau nanti dapat cucu pertama," gumam Damian membuat Rani seketika menoleh ke arahnya. "Maksud kamu?" "Maksudku? Ya gitu..." "Ya gitu gimana? Jangan libatkan aku soal Mami kamu yang nyidam cucu ya, Dam. Kamu ingat kan, pernikahan kita bukan pernikahan pada umumnya dan aku nggak mungkin hamil anak ka..." tiba-tiba ucapan Rani berhenti, entah mengapa dia teringat kejadian di hotel malam itu. Rasa penasarannya belum terjawab

