"Kemana kamu pergi semalam? Benar kamu ke hotel? Atau pergi ke tempat lain?" todong Rani. Dia merasa kalau suaminya memang sedang berbohong. Terlihat sekali gerak gerik Damian yang sejak tadi nampak gelisah. Berkali-kali pria itu menyisir rambutnya ke belakang, pandangannya tidak fokus. Bahkan Damian tidak sanggup menatap Rani terlalu lama. "Ran, aku nggak bermaksud membohongimu." "Jadi benar kamu berbohong?" suara Rani mulai gemetar, membayangkan apa yang dilakukan suaminya semalaman di tempat perempuan lain. "Rani, dengar dulu," mohon Damian. "Apa?!" "Semalam aku memang menemui Karin," akunya, membuat Rani seketika lemas. Sekuat tenaga dia menahan air mata yang siap tumpah. Percuma selama ini dia sudah percaya pada suaminya, ternyata lelaki ini malah menghianati keper

