"Karin! Ya Tuhan!" pekik Maya yang tergopoh-gopoh menghampiri ranjang tempat Karin di rawat. Di dalam ruangan tempat Karin di rawat, ada Hani yang duduk diam menemani. Sedangkan Karin sendiri belum sadar sejak di bawa ke rumah sakit tadi pagi. Gadis itu masih terbaring dengan wajah pucat pasi dan sebelah tangannya yang terpasang selang infus. "Hani, makasih ya kamu sudah nemenin Karin," ucap Maya setelah menatap lama putrinya yang terbaring di hadapannya. "Iya, Tante." "Kenapa kamu nggak bilang kalau Karin di bawa ke rumah sakit? Kalau saja Damian nggak nelpon, pasti tante juga nggak tau sampai sekarang." Hani hanya bisa diam. Dia sendiri tidak tau harus menjawab apa, karna dia sendiri juga baru tau keadaan Karin tadi pagi. Sedangkan yang dari semalam menemani Karin ada

