Bab.117 Penuh Gairah dan Cinta

1072 Kata

  "Dam, aku pulang dulu ya. Cobalah bicara dengan Rani. Mungkin dia masih marah karna shock, tapi aku yakin amarahnya tidak akan lama," kata Melani saat berpamitan pada Damian.   Sedangkan Widya juga sudah pulang beberapa saat yang lalu ketika kepalanya mulai berat karna tensinya naik.   Tinggallah Damian seorang diri dan juga Rani yang masih enggan bicara padanya.   Saat Melani benar-benar sudah pergi, Damian masuk ke dalam kamar tempat Rani di rawat. Pria itu mendapati istrinya sedang duduk bersandar di kepala ranjang. Tatapan matanya sendu menyakitkan.   "Puas kamu sekarang?" ujar Rani pada Damian yang duduk di tepi ranjangnya.   "Maksud kamu apa?"   "Bayi itu sudah tiada. Sekarang kamu puas? Semua ini karna kamu! Semua ini karna kesalahanmu!" teriak Rani dengan suara bergetar dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN