"Rani! Apa kabar, sayang!" seru Widya saat Damian mengajak Rani datang ke rumah Widya. Wanita itu memeluk Rani erat, seolah memberikan seluruh energi positif yang dia punya. Seminggu setelah Rani keluar dari rumah sakit, keadaannya jauh lebih baik. Terkadang Damian masih memergoki Rani sesekali menangis, tapi sudah tak sesering dulu. "Rani baik, Mam," sahut Rani saat Widya menguraikan pelukannya. "Mami apa kabar?" "Sehat dong," jawabnya seraya menggandeng menantunya ke ruang tengah untuk duduk dan minum teh. Sedangkan Damian mengikutinya dari belakang. "Daddy mana, Mam?" "Biasa, driving sama temen-temennya. Bilangnya sih gitu, nggak tau deh aslinya kemana," sahut Widya di antara gelak tawanya, namun Damian bisa menangkap ada raut kekecewaan di wajah Widya. Mungkinkah wa

