"Aku sudah bicara dengan Karin. Tapi sepertinya dia masih emosi," ujar Henry saat menemui Maya di salah satu restoran untuk makan siang. "Apa dia sama sekali tidak menghubungimu?" Maya menggeleng resah. Putrinya benar-benar tidak ingin lagi berhubungan dengannya. Bahkan mengangkat panggilan telpon dari Maya pun Karin tidak mau. Hal itu yang membuat wanita itu benar-benar sedih dan terluka. Perlahan Henry meraih tangan Maya dan meremasnya lembut. "Jangan khawatir. Aku akan berusaha membujuknya lagi," kata Henry mencoba menenangkan wanita yang pernah jadi simpanannya itu. "Aku juga khawatir tentang istrimu," desah Maya, sedikit menarik tangannya dari Henry, merasa tidak nyaman dengan tatapan orang di sekitarnya. "Apa Widya tidak pernah berkata apapun? Aku takut dia mengetahui sesu

