Sepulang kerja, Damian benar-benar datang ke rumah sakit. Bukan semata-mata ingin menjenguk ibunya Karin, melainkan untuk memastikan bahwa Henry juga berada di sana. Sampai sekarang Damian masih tak habis pikir, kenapa Henry sebegitu perhatiannya pada Maya. Padahal setau Damian, mereka hanya berteman karna dulu ibu Karin pernah bekerja sebagai sekretaris Henry. Setibanya di rumah sakit, Damian langsung di sambut oleh Karin yang berlari ke arahnya seraya memeluk tubuhnya dengan erat. Gadis itu nampak tersedu di pelukan Damian. Entah apa yang terjadi, pria itu juga tidak tau. "Karin, kamu tenang ya," ucap Damian seraya melonggarkan pelukan Karin. "Gimana keadaan Tante Maya?" Gadis itu masih terisak, kedua punggung tangannya sibuk mengusap air mata yang terus mengalir. "Masih

