Setelah menceritakan semua kejadian hari itu pada Alana, perasaan Dev menjadi sedikit lega. Seolah beban berat di atas pundaknya luruh saat itu juga. "Aku nggak tau harus ngomong apa, Dev. Tapi mungkin benar kata Mami kamu, ini adalah keputusan terbaiknya," kata Alana seraya mengusap lembut kepala Dev yang berbaring di pangkuannya. "Ya, mungkin. Aku sendiri nggak tau ada masalah apa sebenarnya. Setahuku mereka terlihat baik-baik saja selama ini. Karna itulah aku kaget mendengar pengakuan Mami tadi siang," ucapnya dengan wajah muram. "Memangnya Mami kamu nggak cerita?" Dev menggeleng, kemudian beringsut menegakkan punggungnya. Tak lagi tiduran di pangkuan Alana. "Mau makan malam?" tanya Alana mengalihkan pembicaraan, karna tak ingin melihat Dev terus-menerus berwajah muram.

