"Banyak banget," kata Rani saat Dev kembali dengan berbagai macam merek test pack di dalam kantung plastik berlogo apotik dua puluh empat jam. "Habisnya aku nggak tau mau beli yang mana." Dev nyengir sambil menggaruk dahinya. "Makasih ya." Dev mengangguk. "Kamu nggak ada kerjaan ya?" tanya Rani seraya mengeluarkan alat tes kehamilan itu satu persatu dan membaca aturan pakainya. "Tadi aku nyamperin Damian ke kantor, tapi dia nggak ada. Kupikir dia nggak masuk kerja, makanya aku ke sini." "Damian lagi ketemuan sama Mami di kantor pengacara katanya." "Oh ya? Apa mereka lagi membahas soal perceraian Mami? Kok aku nggak di ajak," gerutunya sedikit kesal. "Mungkin bukan soal itu ...," sahut Rani saat melihat raut wajah Dev berubah mendung. Pria tampan itu mengangguk.

