"Daaaam ...," rengek Rani sambil memeluk tubuh suaminya di balik selimut. "Jangan pergi," katanya, membenamkan wajahnya di dalam d**a Damian yang hangat. "Kamu kenapa, sih?" Damian hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya. "Aku nggak mau sendirian di rumah," Rani semakin merapatkan tubuhnya pada Damian yang sudah hendak beranjak dari tempat tidur. Pria tampan itu membalas pelukan istrinya dengan lebih erat, "Tapi aku beneran harus pergi, sayang. Kasian Mami kalau nungguin lama-lama," jelasnya sembari mengusap kepala Rani lembut. Pelukan Damian perlahan melonggar, sedangkan Rani semakin berwajah muram. Entah mengapa gadis itu tiba-tiba tak ingin berjauhan dengan suaminya. Bahkan waktu Damian berada di walk in closet untuk mengganti baju, Rani masih setia mengekorinya.

