bc

Hadir Di Ranjang Kakak Ipar

book_age18+
187
IKUTI
1K
BACA
family
HE
kickass heroine
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
serious
kicking
witty
city
like
intro-logo
Uraian

Ketika aku ingin merasakan kebahagiaan dengan pernikahan yang selalu menjadi impianku, ternyata aku tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti yang aku impikan.

Entah kenapa nasib pernikahan ku tidak seberuntung pernikahan orang lain. Orang lain bisa memetik manisnya sebuah pernikahan, aku malah sebaliknya. Bercerai setelah selesai mengucapkan janji suci pernikahan, hanya karena orang ketiga.

Apakah aku harus mengalah demi orang ketiga tersebut???

chap-preview
Pratinjau gratis
1
Apa kamu bilang Mas? Cerai? Kamu menceraikan aku hanya gara-gara omongan dia, Mas? Kamu hanya termakan oleh omongan dia, modus dia! Semua apa yang dia katakan dia, itu tidak benar, Mas! "teriak Tiara dengan begitu lantangnya Seraya menunjuk wajah Fani, saat Johan mengucapkan kata cerai terhadap Tiara, terlebih mereka baru saja selesai mengucapkan janji suci, untuk mengikatkan mereka dengan tali pernikahan. "Jangan coba-coba menyalahkan Fani, karena Fani tidak bermuka dua sepertimu. Tanpa Fani, Aku tidak akan mengetahui keburukanmu. Kalau bukan karena Fani juga, mungkin sampai saat ini aku pasti masih dibodohi oleh wajah sok polos kamu. "Ujar Johan tanpa perasaan Seraya menunjuk wajah Tiara dengan penuh kekecewaan, membuat wajah Tiara semakin dibanjiri oleh air matanya karena kata-kata Johan. Tiara tidak percaya kalau Johan akan menyakiti dirinya di malam pertama pernikahannya. Padahal, selama berpacaran dengan Johan, lebih tepatnya 2 tahun berpacaran dengan Johan, selama itu Johan tidak pernah berkata kasar bahkan mengucapkan kata-kata yang hina terhadap dirinya, itu tidak pernah. Tapi sayang, setelah ia menikah dengan Johan, bahkan tepat di malam pertamanya, Johan malah menceraikan dirinya hanya karena Fani memfitnah dirinya kalau dirinya berselingkuh dengan Alan, kakaknya Johan. "Mas, Fani itu tidak sebaik yang kamu kira! Fani itu hanya ingin merebut kamu dariku! "Ujar Tiara yang langsung mendapat tamparan keras dari Johan, dan ini pertama kalinya Johan menyakiti fisik Tiara, membuat Tiara benar-benar sangat terkejut, bahkan sangat tidak percaya kalau Johan sampai menampar dirinya dengan begitu kerasnya. Tidak hanya Tiara yang terkejut melihat kelakuan kasar Johan, tapi Fani yang melihatnya juga sama-sama terkejut, namun keterkejutan Fanny berbeda dengan keterkejutan Tiara, di mana Tiara kecewa karena ditampar oleh Johan, tapi Fani terkejut bersamaan dengan rasa bahagia saat melihat Johan menampar Tiara. Pyar "Tutup mulut kamu! Fani wanita yang baik." Ujar Johan setelah menampar pipi Tiara dengan begitu kerasnya. "Demi dia kamu menceraikan aku, Mas? Dan demi dia juga kamu sampai menyakitiku dengan cara menamparku? Ini adalah hal yang pertama kali aku rasakan selama aku mengenalmu, Dan aku berharap ini akan menjadi hal yang terakhir juga. Tidak akan pernah aku biarkan kamu kembali mengulangi apa yang baru saja kamu lakukan sama aku, Mas! "ujar Tiara dengan penuh ketegasan, namun air matanya tetap bercucuran begitu saja, merasakan sakit yang teramat sakit saat mendapatkan sikap kasar dari Johan. Sakit bukan hanya perkara panas di pipinya, tapi panas di hatinya, di mana selama ini Johan memperlakukan dirinya dengan begitu sangat lembut, bahkan 2 tahun pacaran dengan Johan, Johan selalu meratukan dirinya. Tapi sayang, Johan hanya menjadikan dirinya ratu hanya pada saat pacaran, dan hanya dengan godaan atau fitnah kecil dari orang lain, dengan begitu mudahnya Johan langsung menghapus rasa cinta yang selama 2 tahun ini Iya curahkan terhadap Tiara, dan sekarang tergantikan oleh sikap kasar dan tidak ada lagi perlakuan lembut penuh cinta yang seperti biasa Johan berikan terhadap Tiara. "Pergi dari sini. Mulai sekarang, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku bersumpah, aku tidak akan mencintai wanita sepertimu lagi!" dengan penuh ketegasan, Johan mengusir Tiara dari rumahnya, membuat Tiara semakin tidak terima. "Tidak bisakah kamu mempertimbangkan sedikit saja untuk memberikan kesempatan agar kamu percaya sama aku, Mas? Aku tidak pernah selingkuh dengan siapapun. Dia hanya memfitnah ku." Ujar Tiara dengan nada pelannya, berharap Johan akan berubah pikiran. "Aku tidak Sudi memelihara wanita ular sepertimu! Sudah punya kekasih, tapi saudara kekasih pun kamu embat!" ujar Johan yang langsung menyeret tubuh Tiara untuk keluar dari rumahnya, membuat Tiara semakin merasa sakit hati karena merasa terhina oleh sikap Johan pada dirinya, terlebih Johan melakukannya tepat di depan Fani. "Fani, aku tidak tahu kenapa kamu jadi jahat sama aku, padahal aku tidak pernah mengusik kebahagiaan kamu!" teriak Tiara yang masih tidak percaya karena di fitnah oleh sahabatnya sendiri. Yah, sebenarnya Fani sama Tiara bersahabat, tapi tidak begitu dekat. Fani yang mendapat tuduhan tersebut dari Tiara langsung berlari mendekati Tiara, dan menyentuh lengan Tiara dengan wajah sedihnya. "Aku bersumpah Tiara, aku tidak sedang memfitnah siapa pun, apalagi kamu," ujar Fani dengan wajah sedihnya. Mendengar ucapan tersebut, Tiara langsung menepis tangan Fani dengan kasar. "Kalau kamu tidak sedang memfitnah aku, terus kenapa kamu menyebarkan berita di seluruh dunia kalau aku ada hubungan spesial dengan mas Alan?" teriak Tiara yang langsung di dorong oleh Johan, karena Johan melihat Fani seperti ketakutan. Johan pun mencoba memberi perlindungan pada Fani, agar Fani tidak merasa takut. "Sudah cukup, Tiara! Semuanya sudah selesai. Jangan menyalahkan Fani karena kita udahan. Anggap saja kita memang tidak berjodoh." Ujar Johan tegas, dan kali ini, Tiara benar-benar sudah tidak punya kesempatan lagi untuk mempertahankan pernikahan yang baru saja ingin ia mulai. "Jadi kamu benar-benar ingin kita berpisah, Mas?" tanya Tiara seraya menghapus air matanya secara kasar. "Yah. Dan sampai kapanpun, Kita tidak akan pernah bersama lagi!" jawab Johan tegas, dan Tiara pun langsung membalikkan badannya, dan membawa langkahnya keluar dari rumah Johan. Johan memandangi kepergian Tiara dengan perasaan yang aneh, seperti berat, tapi Johan cukup berat untuk menarik kata-katanya lagi. Tidak ada tanda-tanda akan hujan, tiba-tiba hujan deras. Sepertinya, hujan akan menemani kesedihan Tiara. Johan yang melihat Tiara masih berdiri di depan gerbang rumahnya, entah kenapa hatinya sedikit merasa sakit. Tidak tega? Tentu saja Johan tidak tega, melihat wanita yang selama 2 tahun ini berada di bawah guyuran air dingin, dan yang pastinya air itu berasal dari air hujan, bukan dari air yang memang sudah disediakan di kamar mandi. Tapi sayang, Johan hanya memiliki rasa sebatas tidak tega saja. Johan tidak ada niatan untuk menyuruh Tiara kembali masuk ke dalam rumahnya. Mungkin, sebesar itukah rasa sakit dihati Johan karena dikhianati oleh wanita yang dicintainya, sampai menutup hatinya untuk berbelas kasih pada Tiara, dan memberi kesempatan pada Tiara. Hujan semakin deras, dan Tiara masih berdiam diri di depan rumah Johan. Sebenarnya Tiara masih berdiri di sana bukan karena berharap Johan mengasihaninya, tapi Tiara sendiri juga merasa bingung, bingung ia akan pergi kemana, pasalnya Tiara masih belum memikirkan tujuannya ia akan kemana. Tiara menjatuhkan tubuhnya di aspal, dan menunduk dengan air mata yang kembali menetes bercampur dengan air hujan, sehingga siapapun kalau ada yang melihatnya, tidak akan ada yang tahu kalau Tiara sedang bersedih. Saat Tiara sedang menangis dibawah guyuran hujan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat di dekat Tiara, membuat Tiara langsung mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang datang, atau siapa yang lewat. "Apa sebegitu berartinya Johan dihati kamu, sampai kamu tidak memikirkan kondisimu sendiri?"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.1K
bc

TERNODA

read
201.4K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook