Pyar
Semua orang yang ada di resto tersebut langsung mengalihkan perhatiannya pada Tiara yang sedang memberi pelajaran pada salah satu pengunjung resto, dengan cara menamparnya.
"Kau menamparku?" tanya wanita dengan tangan yang sudah menyentuh pipinya yang terasa panas dan kebas secara bersamaan.
"Rasa ini tidak sebanding dengan rasa yang aku rasakan saat kamu mencampuri urusanku." Ujar Tiara tegas dan kali ini, Tiara tidak terlihat lemah.
"Rasih, cepat hubungi Nona muda," kata Lita, pada Rasih, wanita yang terkena tampar oleh Tiara.
Dengan cepat Rasih menghubungi wanita yang disebut sebagai Nona muda oleh Lita, dan Tia.
"Akan kubuat kau menyesal karena telah menyakitiku," ujar Rasih pada Tiara setelah menghubungi orang yang di maksud oleh Lita, namun ternyata Tiara tidak merasa takut sedikitpun.
Tiara langsung membawa langkahnya duduk di kursi yang disana sudah ada Alan yang sedang menunggunya.
"Maaf ya, Mas. Makan malam kita jadi terganggu gara-gara aku." Kata Tiara seraya menarik kursi untuk ia duduki.
"Tidak masalah. Cepat makan. Abis itu, kita langsung pulang. Aku lelah." Titah Alan tegas, karena Alan memang merasa lelah.
Karena di meja sudah ada beberapa menu makanan yang sudah dipesan oleh Alan, jadi Tiara langsung menyantapnya tanpa harus pesan terlebih dahulu.
Baru saja Tiara menelan suapan pertamanya, tiba-tiba ada yang menggebrak mejanya hingga membuat Tiara langsung menghentikan pergerakannya yang sejak tadi mengunyah, dan dengan gerakan pelan, Tiara mondonga untuk melihat siapa orang yang mengganggu acara makan malamnya.
"Siapa kau? Kenapa kau mengganggu acara makan malamku?" tanya Tiara Seraya meletakkan sendok dan garpunya dengan pelan.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu mengganggu acara makan malam ku dengan teman-temanku. Kenapa kamu menampar temanku, hah? "tanya Sarah dengan lantangnya membentak Tiara, dan menunjuk wajah Tiara dengan penuh keangkuhannya, membuat 3 wanita yang sempat didatangi atau diganggu oleh Tiara tadi seketika mendekati Sarah dan berdiri di samping Sarah Seraya memperlihatkan wajah sedihnya pada Sarah, seakan-akan ia mengadukan suatu hal pada Sarah.
"Temanmu yang lebih dulu mengusikku. Sebenarnya is oke, tidak masalah, aku minta maaf, karena aku mengganggu makan malam kalian. Dan aku juga sebenarnya terlalu mudah terpancing emosi, hingga aku sedikit memberi pelajaran pada teman-temanmu. "Ujar Tiara yang merasa tidak enak pada Alan, karena sejak tadi ia membuat masalah, dan tentunya Tiara yakin, Alan sangat terganggu. Jadi Tiara memutuskan untuk mengalah dan minta maaf lebih dulu pada orang yang baru ia kenal tersebut, agar tidak memperpanjang masalahnya.
"Baru sekarang kau ya minta maaf. Sejak tadi kau ke mana? Kenapa kau baru minta maaf setelah Nona sudah datang? Baru tahu sekarang Kalau kami sahabat Nona muda. Baru takut sekarang? "berbagai macam pertanyaan Lita lemparkan pada Tiara, dengan penuh keangkuhannya, dia mengira kalau Tiara takut hingga Tiara memutuskan untuk minta maaf lebih dulu terhadap mereka, itu karena kedatangan Sarah, padahal sebenarnya, Tiara minta maaf lebih dulu itu bukan karena Tiara takut, Tapi Tiara tidak ingin membuat Alan semakin merasa pusing karena ulah dirinya sendiri.
"Maaf, sepertinya urusanku sudah selesai dengan kalian. Dan aku juga sudah tidak memiliki selera untuk melanjutkan makan malam. Ayo Mas, kita pergi dari sini. "Ujar Tiara yang memilih untuk pergi dari restoran tersebut, karena menurut Tiara, sepertinya Sarah bukan orang yang mudah diajak untuk berdamai.
Baru saja Alan berdiri, dan Tiara ingin membawa langkahnya untuk pergi, Sarah langsung menahan lengan Tiara, hingga Tiara menghentikan langkahnya dan melihat lengannya yang dicengkram kuat oleh Sarah.
"Tidak semudah itu kamu menganggap semuanya selesai. Hamparan dibalas dengan tamparan. "Ujar Sarah dengan penuh ketegasan, dan itu membuat Tiara langsung mengernyitkan keningnya, karena tidak mengerti Kalau Sarah akan membalas dirinya dengan sebuah tamparan juga seperti yang dirinya lakukan terhadap Rasih, temannya Sarah.
Dengan gerakan pelan, Tiara melepaskan tangan Sarah, dan membalas tatapan Sarah dengan tak kalah tegasnya, yang artinya Tiara tidak merasa takut sama sekali terhadap Sarah.
"Kalau mulut sahabatmu bisa dijaga sedikit saja, atau diajari untuk berkata baik aku juga tidak Sudi berurusan dengan kalian. "Ujar Tiara tegas, dan menatap Sarah dan teman-temannya secara bergantian.
"Itu karena kamu sendiri yang memiliki nasib buruk. Jadi jangan salahkan sahabatku, karena kamu sendiri yang bernasib buruk. Andai saja kamu tidak melempar tubuh murahan mu pada Kakak iparmu di saat kamu masih menjadi istri Johan, tentu saja kamu juga tidak akan mendapat cibiran dari orang lain, termasuk sahabatku. "Ujar Sarah yang langsung mendapat tamparan keras dari Tiara.
"Tahu apa kamu tentang kehidupanku. Kalau kamu tidak punya bahan lain untuk dijadikan gosip, jangan coba-coba menjadikan masalah Rumah tanggaku sebagai bahan untuk dijadikan gosip. "Ujar Tiara dengan penuh emosi setelah berhasil melempar Sarah membuat Sarah langsung menatap Tiara dengan tatapan penuh kemarahan, serta mata yang terlihat merah. Ketiga sahabat sarah juga sangat terkejut melihat Tiara melempar Sarah karena menurut mereka, Tiara berani menamparnya itu karena hanya pada mereka saja, tapi tidak dengan Sarah.
"kamu berani menamparku? Kamu tahu siapa aku?" tanya Sarah dengan raut wajah yang terlihat begitu sangat marah terhadap Tiara.
"Aku tahu siapa kamu. Kamu Wanita paling murahan di dunia ini, karena orang yang baik itu, adalah orang yang menyembunyikan aib orang lain bukan mencari aib orang lain. "Ujar Tiara membalas kata-kata Sarah, dan dengan cepat Sarah langsung mengangkat tangannya untuk membalas Tiara dengan tamparan juga, namun dengan cepat Tiara langsung menahan tangan Sarah, dan menepisnya secara kasar, hingga Sarah jatuh ke lantai dan itu sangat terlihat memerlukan di depan banyak orang. Dengan kasarnya Sarah kembali berdiri dan menunjuk wajah Tiara dengan penuh emosi.
"Tiara, kamu benar-benar cari mati. Dia ini Putri orang kaya, tapi kamu malah mencari masalah pada dia. Cepat bersujud dan minta maaf pada Nona muda agar Tiara minta maaf pada Sarah.
"Oh iya? Benarkah dia Putri orang kaya? "tanya Tiara dengan nada meremehkan Sarah, membuat emosi Sarah semakin membuncah, dan tidak hanya emosi Sarah yang membuncah, tapi ketiga sahabatnya juga ikut tersulut emosi mendengar nada meremehkan dari Tiara.
"Iya. Dia putri dari keluarga Morgan." Jawab Rasih dengan lantangnya, bahkan langsung membuat Sarah tersenyum saat mendengar ucapan Rasih.
Tiara yang mendengar pemberitahuan siapa Sarah, langsung tersenyum meremehkan.
"Oh, hanya putri dari keluarga Morgan." Ujar Tiara yang langsung menghapus tangannya yang seperti orang yang sedang membersihkan kotoran, membuat Sarah kembali terpancing amarahnya.
"Jangan cari mati dengan meremehkan keluarga Morgan Tiara," ujar Lita yang langsung disambut dengan tawa renyah oleh Tiara.
"Justru kamu lah yang cari mati," ujar Tiara yang membuat kening mereka bertiga langsung berkerut.
"Memangnya siapa kamu…