Pagi ini, entah sudah berapa kali Alvin mengetuk pintu kamar Nadia, tapi tak ada respon apapun dari sang empunya. “Apa Nadia udah berangkat ya?’ Laki-laki itu kemudian turun menuju ruang makan. Disana ia melihat ibunya sedang menata makanan dan ayahnya tengah membaca koran. “Pagi Mah, Pah,” sapa Alvin memberikan kecupan dipipi ibunya dan pelukan ringan untuk ayahnya. "Pagi, Sayang," jawab Kartika. "Nadia dimana ya, Mah? Alvin ketuk kamarnya nggak ada jawaban?" tanya Alvin karena juga tidak mendapati adiknya di meja makan. "Adik kamu udah berangkat pagi tadi. Bilangnya sih ada janji sama temennya," sahut Darmawan sebelum meneguk kopinya. "Nadia nyetir sendiri?" Dahi Alvin berkerut. Kartika mengangguk. Alvin mendesah pelan. Entah kenapa ia m

