Bab 13

970 Kata
Mauren terbangun dari tidurnya ia menelusupkan kepalanya di ketiak sang suami membaui aromanya yang menurut penciumannya sangat wangi. "Pagi sayang...." Aryan terbangun karena ulah istrinya tersebut lalu mengecup puncak kepala perempuan itu. "Yank hari ini aku mau ke rumah Michelle ya" ucap Mauren meminta ijin. "Ngapain ke rumah Michelle sayang" tanya Aryan sambil mengusap perut Mauren. "Main aja yank pengen ngumpul" ucap Mauren. "Iya boleh tapi ingat jangan cape-cape" ucap Aryan Mauren sambil mengecup leher istrinya. "Jangan m***m aku lagi malas" ucap Mauren. "Dikit doang pelit banget sih" ucap Aryan. "Sana mandi siap-siap kerja" ucap Mauren. "iya mam...." ucap Aryan, ia segera menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Keduanya bersama Nancy dan Chandra sarapan bersama. "Nih sayang susunya" Aryan memberikan s**u hamil rasa coklat untuk Mauren. "Terima kasih yank" ucap Mauren. "Yang sehat ya a anak daddy" ucap Aryan mengusap perut Mauren. "Iya daddy" ucap Mauren dengan suara khas anak-anaknya lalu ia segera meminum susunya. Merasa mual Mauren kemudian berlari ke kamar mandi ia kembali memuntahkan makanan yang dimakannya tadi dan Aryan dengan sigap menyusulnya mengusap tengkuknya. "Udah sayang muntahnya" tanya Aryan, ia sebenarnya sangat tak tega melihat Mauren yang sangat tersiksa dengan ngidamnya. "Hhmmm iya..." ucap Mauren, ia segera keluar dari kamar mandi. "Nih mama buatkan teh hangat diminum biar enakan perut kamu" ucap Nancy perhatian pada menantunya. "Terima kasih mah" ucap Mauren lalu meminum tehnya. "Ya sudah yuk Ar berangkat sudah siang ini" ucap Chandra, ia berjalan keluar terlebih dahulu diantar Nancy. "Aku berangkat ya sayang" ucap Aryan yang kemudian bersiap ke kantor. Pria tampan itu mencium bibir sang istri. "Jam berapa ke rumah Michelle" tanya Aryan sambil mengenakan jasnya yang dibantu Mauren. "Nanti siang sekitar jam tiga" sahut Mauren. "Ya sudah nanti pulangnya biar aku yang jemput" ucap Aryan lalu ia kembali melumat bibir sang istri. "Sudah ah yank, tuh papa udah nunggu" ucap Mauren sambil mengusap bibir Aryan. "Habisnya bibir kamu bikin nagih" ucap Aryan tertwa. Mauren dan Nancy duduk sambil menonton tv. "Ren ibumu sehatkan, sudah lama sekali mama gak ketemu ibumu" ucap Nancy. "Iya sehat ko mah dan tadi malam juga ibu telpon" ucap Mauren. "Ren.... kamu gak menyesalkan menerima Aryan jadi suamimu" ucap Nancy, ia teringat saat meminta Mauren menggantikan posisi Shilla untuk jadi pengantin Aryan, saat itu ia Mauren sempat menolak dan dengan bujukannya akhirnya perempuan cantik itu setuju walaupun ia ada melihat keraguan dimatanya. "Kenapa Mauren harus menyesal mah justru Mauren sangat berterima kasih karena mama memilih Mauren untuk menggantikan posisi Shilla, Mauren bahagia bisa menjadi pendamping Aryan" ucap Mauren. "Bukankah dulu kamu sempat ragu untuk menerima permintaan mama menjadi pengantin untuk Aryan" ucap Nancy lagi. "Seiring berjalannya waktu Mauren dan Aryan bisa saling menerima dan saling mencintai, dan sekarang ini dia yang menjadi penguat rasa diantara Aryan dan Mauren mah" ucap Mauren sambil mengusap perutnya. Siang hari Mauren melangkahkan kakinya memasuki mobil mewah yang akan mengantarkannya ke rumah sahabatnya Michelle. "Yuk jalan pak" ucap Mauren pada supirnya. "Baik non" ucap Ujang. Tak berapa lama mobil yang mengantarkan Mauren telah memasuki halaman rumah Michelle dan disana sudah ada mobil Ule yang terparkir. "Pak Ujang pulang aja ya nanti Mauren dijemput Aryan" ucap Mauren pada supirnya. "Baik non" ucap Ujang. Mauren melangkahkan kakinya memasuki rumah Michelle. "Haiii..... gue datang" teriak Mauren. "Sini Ren kita lagi bikin cake nih" ucap Ule. "Emang bisa" tanya Mauren sambil meletakkan tas tangannya yang mewah. "Ya dibantu bibi juga sih" ucap Michelle. "Chell itu mangga lo yang di pohon boleh dipetik gak" tanya Mauren yang tergiur melihat pohon mangga di halaman belakang rumah Michelle. "Boleh banget Ren, lo mau bentar ya gue panggilin mamang dulu buat metik" ucap Michelle. Cukup banyak mamang memetikkan mangga muda untuk Mauren dan sekarang Mauren minta buatkan bumbu untuk menemaninya makan mangga muda. "Hai babe..." Fandi datang dan memeluk Ule dari belakang. "Hai ko tau aku disini" ucap Ule. "Tuh diajakain Chris, eh taunya kamu ada disini" ucap Fandi. "Udah deh gak usah peluk-pelukan gitu enek gue lihatnya" ucap Mauren. "Kaya lo sama Aryan gak pernah aja" ucap Fandi. "Ko gak dimakan mangganya Ren" ucap Michelle. "Nunggu Aryan dulu" ucap Mauren. "Kok nunggu Aryan emang Aryan juga mau? masih banyak kali Ren mangganya lo makan aja duluan" ucap Ule. "Pokoknya gue mau nunggu Aryan" ucap Mauren. Dan tak lama mobil Aryan masuk ke halaman rumah Michelle, ia langsung masuk ke dalam rumah. "Hai bumil cantik" Aryan duduk disamping Mauren lalu mencium pipinya. "Akhirnya kamu datang juga yank" ucap Mauren tersenyum. "Iya nih Ar dari tadi Mauren nungguin lo" ucap Chris. "Kenapa sayang..." tanya Aryan. "Nih aku mau makan mangga tapi kamu gak ada" ucap Mauren manja. "Ok sini aku icipin dulu" ucap Aryan mengerti kemauan istrinya. "Gimana yank" ucap Mauren. "Asem banget" ucap Aryan bergidik setelah itu Mauren dengan lahap memakan mangga mudanya. "Jangan terlalu banyak nanti sakit perut" tegur Aryan. "Kok lo cuma dikit makan mangganya, Mauren nunggu lo udah lama lho Ar" ucap Michelle heran. "Gue cuma dapat bagian nyicipin kalo gak gitu Mauren gak bakalan mau makan" ucap Aryan. "Oh lo ngidam Ren, aneh ngidam lo" ucap Ule tertawa. "Dan yang lebih parahnya lagi Mauren ngidam kalau bobo suka......" ucap Aryan terpotong karena Mauren membekap mulutnya. "Apaan sih yank malu tau" omel Mauren. "Apa hayyooo...." ucap Michelle. "Apaan sih lo mau tau aja, rahasia" ucap Mauren yang kembali memakan mangganya. "Dasar lo... ngeri gue ngelihatnya itukan asam banget Ren" ucap Michelle yang melihat Mauren menikmati mangga mudanya. "Enak kali, ini lo mau nyobain nih" Mauren menyodorkan mangganya. "Gak deh terima kasih aja" ucap Michelle. "Eh lo ngapain disini" tanya Aryan pada Chris. "Ya ngapelin cewe gue lah" ucap Chris. "Nih cicipin buatan kita tadi" ucap Ule yang membawa cake buatannya. "Eh kan pada ngumpul nih kita barbequean yuk bahannya juga ada tuh" ajak Michelle. "Boleh" ucap Aryan. Mereka barbequan dibelakang rumah Michelle. "Sini lepas dulu jasnya mau bakar-bakaran kan" ucap Mauren, ia membantu Aryan melepaskan jas dan dasinya lalu menggulung lengan kemejanya. "Terima kasih sayang" ucap Aryan lalu mengecup kening Mauren dan mengusap perutnya. "Udah deh Ar kita semua disini juga tau kali lo bakal jadi daddy, jadi gak usah lah lo usap-usap tuh perut Mauren" ucap Fandi. "Ngiri lo, makanya bikin juga dong kaya gue sekali tancap langsung jadi ya gak sayang" ucap Aryan tertawa. "Apaan sih kamu ngomong begituan malu tau" omel Mauren. Mereka barbeque an penuh dengan keakraban dan kehangatan serta penuh dengan canda tawa. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN