Mauren tersenyum menatap suaminya yang dalam pandangannya masih begitu tampan dengan rambutnya yang sudah memutih di usianya yang sudah memasuki tujuh puluh tahun. Aryan kemudian membalas tatapan sang istri dan tersenyum. "Ada apa?" tanya Aryan. "Waktu berlalu begitu cepat ya dad, wajahmu semakin keriput namun ketampananmu masih jelas terlihat" ucap Mauren seraya mengusap wajah tua sang suami. "Kamu sudah bosan melihat wajah tuaku ini mam?" tanya Aryan. "Aku gak pernah merasa bosan, aku justru bersyukur dipilih Tuhan menjadi pendampingmu" ucap Mauren. "Benarkah? karena aku pun merasakan hal yang sama. Wajah boleh menua namun cinta dan sayangku padamu akan tetap sama mam" ucap Aryan seraya merangkul istrinya. "Apa kita akan terus bersama dad?" tanya Mauren sambil mengusap pipi suaminy
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


