Aryan dan Mauren duduk bersantai di ruang tengah rumahnya bersama kedua putra putrinya yang kini sudah beranjak dewasa, Alva yang kini sudah membantunya bekerja di kantor dan Alvi yang masih mengenyam pendidikan di bangku kuliahnya. "Em... mam dad... itu..." ucap Alvi gugup. ”Apa sayang... ngomong aja" ucap Aryan seraya menatap putri bungsunya. "Itu dad... Ryan pengen datang ke rumah sama mama papanya" ucap Alvi gugup. "Boleh saja" ucap Aryan. "Maksud Alvi... mereka mau datang sekelurga dad" ucap Alvi. "Iya boleh" angguk Aryan. "Ya ampun daddy kok gak ngerti sih, itu Ryan datang sekeluarga mau melamar putrimu" ucap Mauren menjelaskan. "Iya boleh... apa melamar?" Aryan menatap putrinya. "Daddy akan menyetujui siapa pun itu pilihanmu sayang, yang penting dia bisa menjagamu sebagaima

