Ega terdiam setelah memutuskan komunikasinya dengan seseorang lalu menoleh pada Silvy yang tengah melipat mukenanya dan berjalan perlahan karena perutnya masih terasa ngilu bekas operasi. Perlahan Ega berjalan menghampiri sang istri dan duduk disisinya. “Sayang, aku harus ke Jakarta,” ucap Ega tiba-tiba. “Ada apa?” tanya Silvy tak enak perasaan. “Mami masuk rumah sakit,” jawab Ega perlahan. “Aku ikut. Aku ingin ikut menjenguk,” ucap Silvy cemas. “Tapi bekas operasimu?” “Tidak apa-apa, aku kuat. Aku harus bertemu mami.” Ega mengangguk dan segera mengemas pakaian mereka. “Siapa yang memberitahu tadi?” tanya Silvy pada suaminya. “Fitri,” jawab Ega sambil tetap sibuk membereskan barang-barang mereka. Ega tak menceritakan pada Silvy bahwa Fitri menghubunginya sambil menangis his

