Lara menangis tersedu - sedu sambil menatap Bisma dengan pandangan sedih. “Semua gara - gara aku, mas. Aku selalu jadi penyebab semua masalah di rumah Eyang, “ isak Lara lirih merasa bersalah karena Ajeng jatuh sakit. Bisma hanya menatap kekasihnya dengan pandangan teduh dan menarik Lara ke dalam pelukannya. “Lara, mungkin memang jalannya harus seperti ini, tak ada yang kebetulan sehingga Eyang harus mengetahui kebenarannya. Berat memang untuk Eyang, tapi mungkin ini yang terbaik,” bisik Bisma menenangkan kekasihnya. “Tapi jika terjadi sesuatu pada Eyang, itu penyebabnya pasti aku…” “Stt, kamu tak boleh berpikir begitu, toh sampai saat ini Eyang masih baik - baik saja selain ia merasa syok.” Bisma mengangkat wajah Lara agar menatapnya dan menghapus air mata kekasihnya yang mengali

