"Siapa di sana!" Angelia kontan saja langsung menatap Brian yang masih tertidur pulas, sementara di apartemen ini hanya ada mereka berdua. Suara barang jatuh yang membuatnya merasa kaget berasal dari ruang tamu, Angelia seketika merasakan napasnya tercekat. Ada rasa takut dalam dirinya, namun dia juga merasa was-was dan ingin melihat apa yang terjadi di ruang tamu. Sekalipun dia benar-benar takut jika harus melihat kembali sosok-sosok yang mungkin menakutkan baginya. Karana saat ini hanya ada opsi tersebut dalam pikirannya, selain hal itu dia merasa tidak mungkin. Kemungkinan lainnya bisa saja ada seseorang yang menyusup masuk ke dalam apartemen milik Brian, namun dia tidak begitu yakin. Angelia mengedarkan pandangannya, dia ingin mengabaikan, tapi suara tapak kaki yang seakan berjalan

