"Berhati-hatilah." Angelia dengan sangat pengertian membantu Brian untuk memapah pria itu hingga mereka sampai di rumah Brian. Angelia dengan telaten membantu Brian seperti membukakan pintu rumah milik pria itu yang kebetulan dia juga memiliki kunci cadangan yang ia bawa pada saat itu ketika menginap di rumah Brian. "Apa kau akan tetep tinggal di sini?" Brian menghentikan lengan Angelia begitu wanita itu hendak pergi ke dapur untuk mengambilkan air putih agar dia bisa meminum obatnya setelah ini. Angelia menatap Brian selama beberapa saat, dia menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya. Tanpa banyak berkata, ia hanya mengangguk kepalanya disertai dengan senyum manis yang terpapar di bibir ranumnya. "Aku akan ke dapur sebentar," "Silahkan..." Angelia hanya bisa menggelengkan kepala

