"Udah siap belum?" Darren benar-benar bosan. Mazaya menggeleng, "harus banyak di rubah kata-katanya. Refrensinya juga kurang." "Aku pesankan makan ya." Mazaya menggeleng sopan. Darren memanggil waitress, dengan membawa menu makanan. "Jus mangga, dengan es yang banyak. Es buah, dengan s**u yang banyak." Walau cuek, Darren hafal wanita favoritnya, suka ngemil es batu. "Makannya?" Tanya waitress. "Ini aja dulu, nanti panggil lagi." Dengan sopan, waitress mengangguk. Padahal, dalam hati mengutuk punya customer yang menyusah apalagi hanya pesan minuman. Tidak sampai sepuluh menit, minuman datang. Darren menyodorkan jus mangga, do hadapan Mazaya yang sedang serius. "Minum dulu." Tanpa mengalihkan pandangan, Mazaya menyeruput jus mangga miliknya. Darren mulai mencampur es buah mili

