Chapter 49

1649 Kata

Rotterdam- Belanda.  Seorang wanita sedang berjalan sendirian, di dataran rendah, tepatnya di desa Kinderdijk. Wanita itu sedang berjalan kaki, melihat kincir angin yang merupakan ikon negara tersebut.  Ilona menunaikan janjinya, ke Belanda--- seorang diri. Ngenes, sangat menyedihkan nasibnya. Setelah semuanya pergi, dan sekarang ia tak punya tempat untuk bernaung dan berkeluh kesah.  Panas terik di sore hari, walau tidak sepanas Indonesia, apalagi panasnya neraka. Masih bisa ia redam, tidak dengan hatinya yang begitu panas. Ingin meledak, namun bukan kompor gas, ingin hancur tapi bukan vas, berantakan tapi bukan kamar. Begitulah, suasana hati Ilona. Ia hanya pergi seorang diri ke negara asing, demi menunaikan janjinya, pada orang yang telah berjasa dalam hidupnya, dan banyak memberinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN