"Jelaskan!" Hannah mendobrak meja. Ilona hanya menutup matanya, dengan kesialan yang menimpa hidupnya. Dia tidak menyangka, lelaki yang dia puja begitu keji. Bukan keji, tapi iblis. "Sekarang video itu menyebar. Dimana muka loe di taruh. Dan seluruh dunia tahu. Viral, dan sekarang loe diberhentikan secara tidak terhormat." Lagi-lagi, Ilona hanya terisak. Hatinya sakit, ketika mengingat momen intimnya menjadi konsumsi publik. Tubuhnya dieskpos, dan sekarang dinikmati semua orang dan menjadi bahan onani bagi semua laki-laki yang menontonnya. Dia tidak rela dan ikhlas, tubuhnya dijadikan fantasi. "Mia Khalifa, dengan bayaran tinggi. Loe? Apa yang di dapat? Malu? Nggak usah sebut malu, urat malu kalian udah putus. Lebih terhormat bintang porno daripada loe yang hanya pamer tubuh grati

