Ilona baru saja bermimpi indah, dan sekarang dihadapkan kembali pada kenyataan, ia terbaring lemah di sebuah ranjang sempit, dengan dikelilingi obat-obatan yang baunya begitu menyengat, hingga membuatnya nyaris muntah. Yang Ilona ingat, ia menabrakan dirinya ke pohon, sebelum ia menjanjikan surga bagi dirinya dan sang jabang bayi. "Kita pergi ya baby. Mereka semua jahat sama bunda. Bunda nggak ngerti, orang-orang yang bunda sayang pada munafik. Kita ke surga ya nak, jangan takut sendiri, baby sama bu...." sebelum Ilona menyelesaikan kalimatnya, benar-benar ia merasakan di surga, sebelumnya ia merasakan sesuatu keras dan sangat sakit menghantam tubuhnya. Ilona tertawa miris. Ia tidak bersyukur sama sekali, kembali diizinkan kembali bernapas dan melihat dunia yang kejam. Ilona inginnya

