Ilona tak menghiraukan kata-kata tadi. Mazaya lebih penting, anak bisa dibuat lagi. "Eh, bentar bu. Ini, ada obat penguat janin. Obat ini mengandung 17α-hydroxyprogesterone caproat atau disebut 17-OHPC. Kandungan obat ini kinerjanya menyerupai hormon progesteron yang berperan dalam perjalanan kehamilan." Ilona bingung. "Jadi, saya masih keguguran atau gimana?" Tanya Ilona. Dirinya jelas merasa terpukul kehilangan anak. Namun, Mayonaisenya pergi. Ia takkan pernah melihat Mazaya selamanya. Ia yang membunuh gadis itu. "Anda keguguran. Tapi, masih satu janin yang tersisa. Anda hamil kembar." Ilona hanya menutup mulutnya. Tuhan ingin menggantikan yang kemarin, tapi karena kecerobohannya, lagi-lagi banyak nyawa melayang percuma. Ilona membunuh tiga nyawa. Ia harus bisa melewati ini semua.

