terbebas dari pria edan

474 Kata
Nasuki adalah adik dari almarhum suamiku yang pertama, dia memang lelaki berandalan yang bertindak semaunya. bahkan sekarang setelah kakaknya meninggal dia menginginkanku untuk menjadi istrinya, sebuah hal yang membuatku merasa aneh. Bahkan dia nekad menculikku. Langkah kakinya perlahan mendekatiku, aku yang terduduk dan masih pura- pura dalam keadaan terikat hanya diam saja. setelah dia benar- benar dekat dari posisiku , aku kemudian menendangnya sekuat tenaga. " brakkk...." dia terjatuh tak berdaya sambil memegangi selangkangannya, tendanganku tepat sasaran. " bangsat.. aduhh.. wanita sialan.." umpat nasuki tak berdaya. aku segera berlari keluar, kemudian mengunakan ilmu menghilangku. sesampainya dirumah aku merasa heran, kenapa rumah begitu sepi. "ini kan masih terlalu pagi kenapa bapak dan ibu sudah tidak di rumah, kenapa mereka pergi ke toko begitu pagi?" belum usai memeriksa rumah, aku mendengar ada suara bi ijah tetanggaku dari depan pintu. " sri ..! kamu udah balik nduk? oh ya bapak dan ibumu dari kemaren gak pulang lho nduk? '' aku kaget nendengar penuturan bi ijah, bola mataku terkaget memandangnya. " oh sri kamu juga gak nampak dirumah beberapa hari ini kemana?" kirain kamu dan bapak- ibumu pergi keluar kota." belum sempat aku berkata bi ijah kembali lagi menyerbu dengan pertanyaannya. " oh aku ada urusan bi di luar , ini baru kembali." jawabku menutupi keadaan sebenarnya yang aku alami. aku tidak mau orang lain tahu kejadian itu. " sri aku pamit dulu ya, mau nganter cucuku pergi kesekolah." setelah bi ijah pamit, aku gelisah memikirkan kemana bapak dan ibu pergi. piiranku semakin gelisah, aku segera menuju pasar siapa tahu bapak dan ibuku berada di tokonya. setelah sampai aku hanya melihat toko orang tuaku tertutup rapat, aku semakin panik memikirkan keberadaan kedua orangtuaku. sebelum aku meninggalkan pasar , ada suara notifikasi pesan dari hpku, aku mengabaikanya saja dan terus berjalan dengan perasan yang panik dan bingung. harus kemana mancari kedua orang tuaku. " grembo ujo.. ah mungkin dia tahu keberadaan orang tuaku. aku harus segera sampai rumah." gumamku dalam hati dan segera bergegas menuju rumah. " grembo ujo.. grembo ujo.. grembo ujo datanglah... aku memangilmu..." setelah sampai kamar aku memanggil jin itu, tapi tidak ada tanda-tanda dia akan datang. "s**l di saat genting begini grembo ujo malah tidak ada .. b*****t !" umpatku dalam hati. " dertt.. drttt.." sura getar notifikasi pesan hpku berbunyi lagi. aku menbukanya dan kaget membacanya; " orang tuamu ada padaku, jangan mencoba kabur lagi. kembali kerumahku. atau.." pasti ini pesan dari nasuki, lelaki b*****t itu pasti sudah menculik kedua orang tuaku, tapi dari mana dia memperoleh nomerku. padahal nomer hpku baru. pesan kedua yang ku buka malah membuatku terkaget: " jangan coba meminta bantuan pada jin peliharaanmu, karna dia sudah kusegel di tempt yang aman. kutunggu kedatanganmu di rumahku. secepatnya. kamu pasti tau siapa aku." kenapa nasuki bisa menangkap grembo ujo, siapa yang memabantunya? aku masih kaget dengan semuanya, nasuki benar- benar licik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN