"Ternyata dengan kesaktianku aku tak bisa melakukan sesuatu yang wow seperti angan- anganku selama ini. contohnya kemaren saat aku ingin menghajar para penculik malah kedahuluan oleh polisi. hal yang sangat menyebalkan. menjadi sakti percuma, tak bisa berbuat banyak dengan kesaktianku ini."
" tok.. tok..!" suara pintu membuyarkan lamunanku.
" ini aku, romlah."
aku segera bergegas membuka pintu rumah.
" ada apa malam - malam kesini mbak?"
" ini aku mau minta tolong anakku kena sawan kayaknya, tolong sembuhin. dari habis magrib tadi mengigau, meracau tak karuan seperti kesurupan sri." ucap mbak romlah gugup.
" ya udah ayo segera kerumahmu mbak. siapa tau aku bisa menolong anakmu."
tak berselang lama aku dan mbak romlah tiba di rumahnya.
aku segera memeriksa anak mbak romlah. menurut pandangan batinku gak ada yang aneh dengan keadaan anak ini, gak ada jin atau makhluk halus yang sedang mengganggunya.
" mbak romlah. anak mbak suhu badannya panas banget segera bawa ke dokter mbak soalnya tidak ada gangguan makhluk halus mbak. mungkin takutnya tipus atau apa mbak. cepat bawa ke dokter ya mbak!" pintaku pada mbak romlah, karena aku kuatir anankya kenapa- kenapa.
" baik sri."
" mas ayo cepetan mas bawa anak kita ke dokter "
mbak romlah kebingungan dan segera memanggil suaminya.
aku menatap kepergian mereka dengan tatapan tak berdaya. sekali lagi ilmu kesaktianku tidak berguna.
aku bergegaa pulang dengan jalan kaki. malam sudah mulai larut, sesaat sebelum tiba di rumah aku merasa asa seseorang yang mengikutiku. Belum sempat berbuat apa2 ada tangan yang membekap mulut san hidungku sengan sapu tangan dari belakang. aku terkukai lemas dan pingsan.
***
Pov Author.
___________.
setelah membekap sri dan memastikannya pingsan. dua orang berbaju hitam itu mengangkat tubuh sri ke mobil dan membawanya jauh ke sebuah rumah mewah di pinggiran pesisir malang bagian selatan.
mereka mengikat tubuh sri pada sebuah kursi di dalam gudang belakang rumah mewah itu.
" kerja kalian bagus juga.. he he he..
ini upah kalian berdua. cukup kan!"
seorang lelaki bertubuh kekar memberikan segepok uang pada dua orang suruhannya. ya, lelaki itu adalah saudagar pengepul cengkeh di daerah malang kabupaten, bernama nasuki.
" terimakasih bos. kalau ada tugas lagi bos tinggal telepon kami bos. pasti beres." ucap salimin kepada juragannya dan kemudian pamit di sertai temannya bergegas pergi meninggalkan rumah nasuki.
Saat azdan subuh berkumandang, mata sri yang terpejam mulai membuka sedikit demi sedikit.
" Dimana aku ini? kenapa aku di ikat begini, aku diculik, siapa yanh berani menculikku." sri kemudian mengerahkan segala kemampuannya untuk lepas.
Tah butuh waktu lama semua tali yang mengikatnya lepas.
" aku kan sakti. mereka belum tahu pakai acara menculikku segala.. heh!"
sri kemudian bergegas mencari ointu keluar, baru beberapa langkah dia berhenti.
" kalau aku pergi aku tidak tahu dong siap yang menculikku."
gumam sri dalam hati, kemudia dia menuju kursi itu lagi dan mengikat kembali tubauhnya dengan tali tak lupa memasang lakban lagi di mulutnya.
**
Pov sri
________
"b*****t siapa yang berani menculikku, aku kanbmenghajarnya nanti."
aku terus menggerutu sambil menunggu orang yang menculikku datang, tapi sudah lama banget tak ada tanda- tanda orang itu akan datang.
aku sudah mulai kesal dan lelah pura- pura dalam posisi begini.
" kriek.. " terdengar ada orang yang membuka pintu. aku memejamkan mataku pura- pura masih pingsan. derit langkah itu mulai mendekatiku.
" sri, kamu masih cantik juga. kenapa dulu bukan aku yang menikahimu.."
aku mendengar orang itu bergumam pelan sambil membelai wajahku. Tapi sepertinya aku mengenali suara itu.
" na na suki.. " aku terkaget ketika membuka mataku. ternyata orang yang di depanku adalah nasuki, mantan adik iparku.
bersambung..