10. Sebuah Kencan (2)

1054 Kata

“Ky—suka yang mana?”   Mini menghela nafas panjang, malas. “Gak ada yang suka.”   Esa terkekeh mendengar ujaran itu. Kekasihnya ini terlihat sangat membenci sepatu berhak tinggi seperti yang berada dihadapan mereka.   Esa menatap Mini seraya tersenyum tipis. “Aku pilihin ya?”   “Terserah.”   Mini duduk memperhatikan Esa yang sedang berbicara dengan seorang pelayan yang tak henti-hentinya memberikan sebuah senyuman. Membuat Mini memutar bola mata dan mendengus pelan. Caper banget deh. Pikirnya. Setelah itu mengalihkan pandangan ke arah lain dan kembali mendapati beberapa pembeli yang memperhatikan Esa.   Sebegitu menariknya kah Esa dimata mereka? Pikir Mini.   Tak lama kemudian Esa kembali, lalu duduk disampingnya. “Udah ah jangan cemberut.”   “Gak kok. Siapa yang cemberut?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN