10. Sebuah Kencan (1)

840 Kata

Mini menatap Esa yang entah kenapa menurutnya terasa sangat lain dari biasanya. Wajah pemuda itu tampak lebih segar dan ceria lebih dari biasanya. Atau memang dirinya saja yang tidak begitu memperhatikan pemuda itu?   Mini menoleh kekanan dan ke kiri saat menyadari kendaraan yang sedang di kemudikan oleh Esa memasuki kawasan tempat parkir sebuah mall.   "Tumben ke Mall Sa?" tanya Mini.   "Katanya mau beli gaun buat kelulusan nanti kan?" Tanya Esa kemudian segera keluar dari bangku belakang kemudi, setelah itu membukakan pintu untuk Mini.   Mini yang terkejut mendongak. "Aku bisa sendiri Sa."   Esa hanya mengulas sebuah senyuman lalu mengulurkan tangan kanannya. "Ayo."   Mini menatap Esa kemudian menatap tangan pemuda itu lagi, haruskah ia membalas uluran tangan itu?   Saat Mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN