9. Kesempatan (3)

914 Kata

Tak langsung ada jawaban dari Esa, Mini semakin berdebar dibuatnya. Apa yang sedang Esa pikirkan? Apakah Esa sedang terkejut? Atau bahkan tak suka dengan gagasannya?   “Ky--.” Ujar Esa setelah beberapa saat berdiam diri.   “Iya?”   “Aku bingung. Maaf Ky, tapi—kenapa tiba-tiba?”   “Ini gak mendadak kok. Aku sebenernya udah mikirin ini sejak malam kemarin.” Ujar Mini dengan suara yang cukup pelan.   “Apa Mama bilang sesuatu pas aku anter kamu pulang tadi? Sampe kamu langsung nanya begini?”   “Enggak Sa. Ini beneran aku pikirin sejak kemaren. Aku rasa kalo kita gak ada status, gimana kita bisa mulai hubungan lain yang lebih serius nanti, kan?”   Helaan nafas terdengar pelan. “Aku gak mau Ky.”   “Apa?” Mini tergagap sesaat, begitu mendengar kalimat itu. Ia menarik nafasnya ses

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN