9. Kesempatan (2)

827 Kata

“Bisa kita bicara sebentar Min?”   Mini membasahi bibirnya, debaran hangat yang sedari tadi menghuni dadanya kini berganti dengan perasaan gugup dan takut. Apakah ibunya melihat kejadian tadi? Apa ia akan dimarahi lagi seperti biasanya?   Bodoh! Lagian lo ngapain sih Min pake kecentilan cium cium Esa?   “Rizky!”   Mini menarik nafas panjang sebelum ia mendekatkan diri pada sang ibu. Ia bahkan kini mendudukkan dirinya disamping sang ibu, sesuai dengan intruksi yang diberikannya.   “Mama denger kamu dikenalin sama Esa ke Yohan?”   Mini menatap Renata dengan pandangan terkejut sekaligus heran. Bagaimana ibu nya tau tentang itu? Apa Esa yang memberitahunya?   Setelah beberapa saat terdiam akhirnya Mini menganggukkan kepala dengan sedikit ragu. Ia masih belum mengerti arah pembica

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN