Malam setelah bertemu dengan Remy, Ana menghabiskan waktu untuk melahap isi dari buku yang baru dia beli. Bahkan sampai tak menyadari kalau adri tadi Sam sempat mengontaknya. Ana tidak bisa lepas dari buku tersebut bukan karena terpukau dengan keindahan tulisannya. Karena isi dari buku itu mengingatkannya terhadap tulisan yang dia simpan. Bahkan dia memastikan hal itu dengan membuka kembali draft miliknya di dalam laptop. Dia merinding saat menyadari bahwa tiap kata dari novel itu sama persis dengan naskah miliknya. Benar-benar tidak ada perbedaan kecuali nama si pengarang. Dulu Ana memang sempat mempublikasikan tulisan itu dalam blognya. Namun itu pun tidak sepanjang naskah jadinya. Dan tulisan dalam blognya pun sudah lama dia hapus. Meski

