Untuk saat ini belum ada tujuan pasti. Sebab masih menunggu dia yang menguatkan dikala penat. Memeluk sehangat itu disaat dingin. -Ladisya- ¶¶¶ Silau mentari membangunkan Disya. Untuk pertama kalinya merasa bisa tidur selelap ini. Tapi tunggu, di mana Disya sekarang? Kamarnya. "Kok gue bisa di sini?" tanya Disya bingung. Otaknya mulai berpikir pada kejadian tadi malam. "Bukannya semalem gue ketiduran di meja ruang tamu?" Pipi Disya merona merah padam. Hatinya menghangat. Imajinasi tentang bagaimana Algi menggendongnya untuk kemudian menidurkannya di ranjang. "Apaan sih, pagi-pagi halu!" Kemudian hangat ruang hatinya mengingat di masa kecil sang Papa selalu melakukan hal yang sama. "Kenapa perlakuan dia, pelukannya itu kek nyontek sama Papa, ya? Isshh…" Daripada terlihat gila, Disya

